ga('send', 'pageview');

ButinaraNews.Net

Aktual & Terkini

746 kali dibaca

Bagaimana Takdir Seseorang Dalam Menjemput Ajalnya??

BUTINARA,BENGKULU– Kembali lagi dengan rubrik ButinaraNews, “Anda Bertanya, UJH menjawab”. Pembaca budiman, redaksi ButinaraNews akan meneruskan setiap pertanyaan yang Anda sampaikan, yang masuk ke dapur redaksi. Untuk kemudian di teruskan kepada Ustad Junaidi Hamsyah (UJH). Berikut ini pertanyaan yang kembali masuk.

“Asallamualaikum pak ustad saya mau tanya mslh Takdir seseorang dlm menjemput ajalnya?
Seperti kita lihat byk orang yg meninggal dlm keadaan kurang baik dimata manusia seperti meninggal tabrakan.bencana tsunami ditimpa bangunan hidup2 terkadang meninggal terbuka auratnya nauzubilabinzalik di mutilasi byk di temui meninggal sangat mengerikan. Meninggal seperti itu katanya udh takdir kita atau janji kita dg Allah sblm dilahirkan ke Dunia, yg saya tanyakan kenapa saat kita berjanji atau takdir kita meninggal dlm keadaan kurang baik kok kita terima aja? Kenapa kita berjanji saat itu tdk berfikir oh meninggal dibunuh orang tau tenggelam dll yg kurang bagus mau aja menerima takdir.
Padahal setiap sholat pasti kita berdoa ingin meninggal dg baik2 seperti meninggal dlm keadaan sholat.mengajih maunya meninggal dlm keadaan husnulkhotimah
Kalu dilihat dari kejadian barusan sunami berarti doa mereka itu di tolak pak ustad mohon penjelasanya wslm..

*UJH Menjawab..
Wasslm… Bila disimak baik-baik ada beberapa hal yang harus saya jelaskan dari pertanyaan diatas.
1. Malaikat Allah mencabut nyawa manusia dengan dua jalan
a. Khusnul khotimah (mati dalam keadaan baik).
b. Suul Khotimah (mati dalam keadaan tidak baik) maka itu Rasul mengajarkan doa berikut;
اَللّهُمَّ اخْتِمْ لَنَا بِاْلاِسْلاَمِ وَاخْتِمْ لَنَا بِاْلاِيْمَانِ وَاخْتِمْ لَنَا بِحُسْنِ الْخَاتِمَةِ

Alloohummakhtim lanaa bil-islaami wakhtim lanaa bil-iimaani wakhtim lanaa bi husnil khootimati
“Ya Alloh, akhirilah hidup kami dengan islam, akhirilah hidup kami dengan membawa iman, akhirilah hidup kami dengan husnul khotimah”
Atau yg lazim dibaca
اَللَّهُمَّ اخْـتِمْ لَنَا بِحُسْنِ الْخاتِمَة، ولاتَخْـتِم عَلَيْنَا بِسُوءِ الخاتِمَة

“Allahumma tahtim ‘alaina bilhusni khaatimah, wa la takhtim ‘alaina bissuil khaatimah”.
“Ya Allah, akhirilah umur kami dengan kesudahan yang baik dan janganlah kiranya Engkau akhirkan umur kami dengan kesudahan yang tidak baik”.
Nah, oleh karena itu baik atau tidak baiknya kematian kita bergantung pada amaliyah kita. Meninggal dibunuh bila mempertahankan harta, jiwa dari perampok atau kehormatan dari pemerkosa maka hukumnya mati syahid. Tetapi bila si perampok yg terbunuh maka dia mati kafir. Mati tenggelam, tsunani, gempa dan bencana alam lainnya adalah mati syahid.
2. Tentang doa
Setiap kita berdoa, maka doa kita pasti Allah kabulkan. Buka Surat Al Mukmin 60 dan Al Baqarah 186. Namun cara Allah mengabulkan doa kita dalam sebuah hadits Nabi telah dijelaskan bahwa Allah memiliki 3 cara dalam mengabulkan doa bagi setiap hamba yang meminta kepada-Nya. Sebagaimana hadits nabi
“Abu Said ra berkata, Rasulullah SAW bersabda. Tidak ada seorangpun yg berdoa dg sebuah doa yg tidak ada dosa didalamnya dan memutuskan silaturahim, melainkan Allah akan mengabulkan salah satu dari perkara (1) Baik dengan disegerakan baginya (pengabulannya di dunia) (2) Dengan disimpan baginya (pengabulan doanya) di akhirat (3) Dengan dijauhkan dari keburukan semisalnnya (HR. Ahmad) jadi kesimpulan dari hadits diatas adalah;
1. Allah mengabulkan secara langsung setiap doa yang dipanjatkan.
2. Allah menunda untuk mengabulkan doa tersebut. Sampai batas waktu hanya Allah Yang Maha Tahu.
3. Allah gantikan doa tersebut dengan sesuatu yang lebih baik.

Demikianlah, semoga bisa mewakili apa yang menjadi pertanyaan pembaca setia ButinaraNews.(005)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *