ga('send', 'pageview');

ButinaraNews.Net

Aktual & Terkini

289 kali dibaca

Tanya UJH, Orang Beriman Suka Menolong Sesama

UJH

BUTINARA,BENGKULU– Pembaca setia ButinaraNews, rubrik program “Anda Bertanya, UJH Menjawab. Kali ini pertanyaan kembali hadir dari perwakilan pembaca yang telah masuk ke dapur redaksi ButinaraNews. Berikut pertanyaannya, yang dijawab langsung Ustad Junaidi Hamsyah (UJH).

“Aslm….Ustad.. Mau Tanya..
Bagaimana kalau kita mengetahui, dengan kedudukan dan jabatan kita. Suatu peraturan yang di buat Institusi itu bersifat menzolimi sesama. Dan aturan itu bertentangan dengan UU yang mengaturnya. Sikap seseorang dan kelompok yg masa bodoh dengan itu, apa hukumnya dari Agama.

Selain itu juga bagaimana mau menegakkan aturan itu, agar tidak merugikan orang banyak. Bagi yang mengetahuinya, biarkan dengan apa adanya karna takut kedudukan dsb, atau bergerak melawan kezoliman meski risiko di depan dan percaya karena Allah SWT..??”

*UJH Menjawab;
Salah satu ciri orang-orang beriman adalah. Suka menolong sesama saudaranya. Islam sangat menganjurkan agar umatnya saling membantu dalam hal kebaikan. Mengajak pada yang baik/ma’ruf dan mencegah pada yang buruk/munkar.
Nah, pertanyaan diatas terkait dengan mengetahui sesuatu yang zalim, lalu apa tindakan kita. Bagaimana klu dia diam saja karena takut kehilangan jabatannya. Simak
firman Allah SWT berikut:
1. Surat At Taubah 71
وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ
Artinya. “Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang mungkar.” (At-Taubah ayat 71).

2. Ali Imran 103
وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ
Artinya. “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar.” (Ali Imran ayat 103).

3. Hadits Rasulullah
من رأى منكرًا فليغيره بيده، فإن لم يستطع فبلسانه، فإن لم يستطع فبقلبه وذلك أضعف الإيمان
Artinya. “Barangsiapa yang melihat kemungkaran maka hendaklah dia mencegah dengan tangannya, sekiranya dia tidak mampu, maka dengan lisannya, dan sekiranya dia tidak mampu (juga), maka dengan hatinya. Yang demikian itu adalah selemah-lemah keimanan.” (Hadits Riwayat Muslim).
Berdasarkan ayat-ayat dan hadits diatas adalah kewajiban kita mencegah sesuatu yang zalim. Dan bagaimana cara mencegahnya. Lihat dalam tuntunan hadits diatas. Seharusnya yang mengetahui perbutan zalim terjadi dia mencegahnya dengan beberapa cara;
1. Tangannya artinya kekuasaan yang dipegangnya. Contohnya walikota menutup tempat-tempat maksiat karena memang dia berkuasa untuk itu.
2. Dengan lisan artinya dengan lidah. Bila tak punya kekuasaan maka harus disampaikan bahwa perbuatan zalim itu dosa.
3. Dengan hati. Bila tak punya kekuasaa, tak berani menegur dengan lisan maka ke 3 adalah dengan hati artinya berdoa. Agar kita tidak termasuk orang zalim dan agar yang zalim berhenti dari perbuatan zalimnya. Wallahua’lam. Demikianlah atas jawabannya semoga bermanfaat.(005)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *