ga('send', 'pageview');

ButinaraNews.Net

Aktual & Terkini

185 kali dibaca

UJH Bahas Akidah Agama

UJH

BUTINARA, BENGKULU- Pembaca setia rubrik “Anda Bertanya, UJH Menjawab” kali ini pertanyaan kembali hadir yang akan dijawab langsung oleh Ustad Junaidi Hamsyah (UJH). Adapun pertanyaan kali ini, sebagai berikut.

“Apa yang harus saya lakukan, demi sang Anak agar tidak Pindah Akidah Agama. Singkat cerita, hubungan rumah tangga saya, sudah pisah, dan 2 orang anak perempuan dan laki-laki ikut mantan istri di luar Provinsi di mana saya berada sekarang. Sementara mantan istri ini, hidup bersama laki yang di luar akidah Islam. Dan dengar infonya Anak-anaknya yang di bawanya pun, ketika ia jadian sama laki dimana ia berada sekarang, akan di baktisnya menurut kepercayaan laki-laki itu. Sebagai seorang bapaknya apa yang mesti saya lakukan dengan ketidakberdayaan sikon saat ini. Mohon pencerahannya secara Agama..wslmm..

*UJH Menjawab:
Wasslm… Pertama, saya turut prihatin atas rumah tangga bapak. Jodoh, maut, balak dan rezeki memang Allah yang atur.
Kedua, atas permasalahan bapak. Agama kita, agama Islam dijelaskan Allah ‘azza wa jalla berfirman:
لا إكراه في الدين قد تبين الرشد من الغي

Artinya: “Tidak ada paksaan untuk memasuki agama Islam. Sungguh telah jelas jalan kebenaran dari jalan kesesatan.” (QS. Al-Baqarah ayat 256).

Non muslim bila masuk Islam itu artinya hidayah dan itulah sesungguhnya keberuntungan. Namun sebaliknya, muslim yg memilih murtad atau keluar dari Islam, maka yang demikian orang tersebut sedang tersesat dari jalan yang benar setelah sebelumnya ia mendapat hidayah. Orang seperti ini harus diselamatkan, ia harus diingatkan akan kebenaran Islam dan kesesatan ajaran selain Islam. Jika ia bersedia kembali ke pelukan Islam, berarti ia telah diterangi cahaya kebenaran, dan dijauhkan dari suram dan gelapnya kesesatan. Namun jika ia tetap memilih berada di jalan kesesatan, setelah sebelumnya ia dinaungi hidayah, berarti ia telah memilih siksa Allah di dunia dan akhirat.
Allah berfirman:
ومن يرتدد منكم عن دينه فيمت وهو كافر فأولئك حبطت أعمالهم في الدنيا والآخرة وأولئك أصحاب النار هم فيها خالدون

Artinya: “Barangsiapa yang murtad di antara kalian dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.” (QS. Al-Baqarah ayat 217).

Sebagai orang upaya yang bisa dilakukan adalah mengingatkannya dengan cara.
1. Komunikasi langsung. Bila tidak memungkinkan komunikasi langsung bisa melalui lidah atau minta tolong kepada orang yang disegani anak kita.
2. Doakan dalam setiap kesempatan.
3. Tahajud dan doa setiap sepertiga malam dalam hadits qudsi adalah doa yg di ijabah.
Nabi bersabda,

إِنَّ فِى اللَّيْلِ لَسَاعَةً لاَ يُوَافِقُهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللَّهَ خَيْرًا مِنْ أَمْرِ الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ إِلاَّ أَعْطَاهُ إِيَّاهُ وَذَلِكَ كُلَّ لَيْلَةٍ
“Di malam hari terdapat suatu waktu yang tidaklah seorang muslim memanjatkan do’a pada Allah berkaitan dengan dunia dan akhiratnya bertepatan dengan waktu tersebut melainkan Allah akan memberikan apa yang ia minta. Hal ini berlaku setiap malamnya.” (HR. Muslim)
Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda,

يَتَنَزَّلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ مَنْ يَدْعُونِى فَأَسْتَجِيبَ لَهُ ، مَنْ يَسْأَلُنِى فَأُعْطِيَهُ ، وَمَنْ يَسْتَغْفِرُنِى فَأَغْفِرَ لَهُ
“Rabb kita tabaroka wa ta’ala turun setiap malam ke langit dunia hingga tersisa sepertiga malam terakhir, lalu Dia berkata: ‘Siapa yang berdoa pada-Ku, aku akan memperkenankan doanya. Siapa yang meminta pada-Ku, pasti akan Kuberi. Dan siapa yang meminta ampun pada-Ku, pasti akan Kuampuni’.” (HR. Bukhari Muslim)
Demikian, semoga dapat menjadi jawaban bagi saudara.(005)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *