ga('send', 'pageview');

ButinaraNews.Net

Aktual & Terkini

300 kali dibaca

UJH: Jangan Berbuat Zalim Terhadap Sesama

UJH bersama Ruslan Imam Mesjid Al Falah Kelurahan Belakang Pondok

BUTINARA,BENGKULU– Rubrik “Anda Bertanya, UJH Menjawab” terus ditunggu kalangan setia pembaca budiman ButinaraNews. Beragam pertanyaan terus masuk ke dapur redaksi ButinaraNews setiap harinya. Kali ini pertanyaan yang masuk mengenai hak tenaga kerja.

“Bagaimana hukumnya dalam Agama. Jika Pimpinan mengabaikan hak-hak para tenaga kerjanya. Hak-hak yang harus di dapat tenaga kerjanya tidak sesuai aturan yang di atur UU. Apakah prilaku dan sikap ini, termasuk Menzolimi sesama….umat tenaga kerjanya. Bagaimana sikap dan perbuatan yang harus di lakukan para tenaga kerjanya. Terus bagaimana pertanggung jawaban pimpinan di alam sana nantinya.. Wslmm”

“UJH Menjawab:
Untuk mengetahui hak-hak karyawan sebagai tenaga kerja silahkan baca Undang-Undang Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Aturan tersebut mengatur secara lengkap.
Seorang muslim dan mukmin semestinya tidak berlaku zalim kepada sesama makhluk Allah baik berupa tindakan ataupun ucapan, karena sekecil apa pun tindak kezaliman pasti akan terbalaskan.
Di dalam Al-Qur’an Surat Ibrahim ayat 42 secara tegas Allah menyatakan:
وَلَا تَحْسَبَنَّ اللَّهَ غَافِلًا عَمَّا يَعْمَلُ الظَّالِمُونَ إِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمْ لِيَوْمٍ تَشْخَصُ فِيهِ الْأَبْصَارُ
Artinya: “Dan janganlah sekali-kali engkau menyangka Allah lalai dari apa yang dilakukan oleh orang-orang yang berbuat zalim. Sesungguhnya Allah menangguhkan mereka sampai hari di mana pandangan-pandangan terbelalak.”

Dari ayat tersebut jelas dinyatakan bahwa Allah akan memberikan balasan kepada setiap pelaku kezaliman kelak di hari kiamat di mana setap mata manusia akan terbelalak menyaksikan berbagai hal yang terjadi di hari kiamat.
Syekh Nawawi Banten dalam kitab tafsirnya Marâh Labîd menjelaskan bahwa apabila Allah tidak membalaskan bagi orang yang dizalimi atas kezaliman yang dilakukan oleh seorang hamba-Nya yang menzalimi, maka ada salah satu kemungkinan yang terjadi pada dzat Allah namun hal itu mustahil terjadi pada-Nya.

Ketiga kemunginan itu adalah:
Pertama, bisa jadi Allah lalai dan lupa akan orang yang bertindak zalim tersebut. Jelas hal ini tidak mungkin terjadi pada dzat Allah. Tak mungkin Allah memiliki sifat lalai atau lupa pada apa dan siapa pun.

Kedua, bisa jadi Allah lemah tak mampu untuk melakukan pembalasan. Hal ini juga jelas mustahil terjadi pada dzat Allah. Tak mungkin Allah tidak mampu melakukan pembalasan kepada hamba-Nya sendiri.

Ketiga, Allah ridho dengan tindak kezaliman yang dilakukan sang hamba. Ini juga tidak mungkin mengingat Allah sendiri yang mengharamkan para hamba-Nya melakukan tindak kezaliman di antara sesama hamba. Bahkan dalam berbagai ayat Allah juga menyatakan tidak akan berbuat zalim kepada para hamba-Nya. Karenanya tidak mungkin bila Allah ridlo terhadap suatu kezaliman sehingga tak melakukan pembalasan.

Ketiga kemungkinan tersebut semuanya adalah hal yang tak mungkin terjadi pada dzat Allah. Karena ketiga hal itu mustahil bagi Allah maka bisa dipastikan setiap tindak kezaliman yang dilakukan oleh seorang hamba kelak akan dibalas oleh Allah. Hanya saja balasan tersebut tidak segera dilakukan di dunia. Allah menangguhkannya sampai kelak datangnya hari kiamat dimana setiap mata akan terbelalak menyaksikan kedahsyatan yang terjadi di sana. Demikian semoga bisa membawa pencerahan, untuk kita semua agar bisa amanah wasalam.(005)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *