ga('send', 'pageview');

ButinaraNews.Net

Aktual & Terkini

2.006 kali dibaca

Ini Jawaban UJH, Soal Utang Piutang

BUTINARA,BENGKULU- Rubrik Anda Bertanya, UJH menjawab kian hari diminati kalangan pembaca setia budiman ButinaraNews. Hal ini terlihat dari banyaknya pertanyaan yang masuk di dapur redaksi.

“Aslm ustad,, mau tanya bagaimana hukum hutang piutang sesama manusia dalam Islam. Bagaimana kalau orang yang berhutang, hanya janji saja, namun tidak di realisasikan dan di tetapi. Apa yang mesti di lakukan bagi yang memiliki piutang dan yang berutang tak kunjung di bayar, dalam kajian Islam wslm.”

*UJH Menjawab:
Wasslm. Wr. Wb.
Kita simak hadits-hadits yang berkenaan dengan hutang. Rasulullah bersabda,
مَنْ مَاتَ وَعَلَيْهِ دِينَارٌ أَوْ دِرْهَمٌ قُضِىَ مِنْ حَسَنَاتِهِ لَيْسَ ثَمَّ دِينَارٌ وَلاَ دِرْهَمٌ
“Barangsiapa yang mati dalam keadaan masih memiliki hutang satu dinar atau satu dirham, maka hutang tersebut akan dilunasi dengan kebaikannya (di hari kiamat nanti) karena di sana (di akhirat) tidak ada lagi dinar dan dirham.” (HR. Ibnu Majah)
Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

نَفْسُ الْمُؤْمِنِ مُعَلَّقَةٌ بِدَيْنِهِ حَتَّى يُقْضَى عَنْهُ

“Jiwa seorang mukmin masih bergantung dengan hutangnya hingga dia melunasinya.” (HR. Tirmidzi)
Dari Shuhaib Al Khoir, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَيُّمَا رَجُلٍ يَدَيَّنُ دَيْنًا وَهُوَ مُجْمِعٌ أَنْ لاَ يُوَفِّيَهُ إِيَّاهُ لَقِىَ اللَّهَ سَارِقًا
“Siapa saja yang berhutang lalu berniat tidak mau melunasinya, maka dia akan bertemu Allah (pada hari kiamat) dalam status sebagai pencuri.” (HR. Ibnu Majah)
Berdasarkan hadits diatas maka dapat kita ambil kesimpulan.
1. Lakukan pencatatan pada saat awal berhutang piutang dengan dua orang saksi. Yg demikian adalah Perintah Allah.
Dalilnya firman Allah Swt :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا تَدَايَنْتُمْ بِدَيْنٍ إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى فَاكْتُبُوهُ وَلْيَكْتُبْ بَيْنَكُمْ كَاتِبٌ بِالْعَدْلِ
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu’amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar.”. (QS. Al-Baqarah: 282)
2. Tagih secara bijak, baik-baik dan beri pemahaman baik-baik. Ingatkan akan dosa-dosa bila lalai dalam membayar hutang
3. Ingatkan bahwa membayar hutang hukumnya wajib
4. Ikhlaskan, Insha Allah akan ada ganti yang lebih baik dan nanti di akhirat akan mendapatkan balasan yang sempurna.
5. Laporkan ke pihak yang berwajib agar di proses secara hukum.
Wallahu a’lam.
Demikianlah semoga menjadi perhatian umat Muslim, jika masih ada sangkut paut soal hutang-piutang.(005)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *