oleh

Survei Fixpol, Agusrin Menang Diatas 13,6 Persen

 

BUTINARA, BENGKULU– Jelang pencoblosan yang tinggal dua hari lagi, lembaga survei nasional Fixpol kembali merilis data terbaru perkembangan peta Pilgub Bengkulu. Hasilnya nama mantan Gubernur Bengkulu Agusrin M Najamudin masih unggul 13,6 persen dari kandidat lain.

Direktur Eksekutif Fixpol Media Polling, Muhammad Anas menjelaskan, hal berpengaruh pada elektabilitas calon menurutnya adalah masifnya deklarasi dukungan komunitas, kelompok masyarakat terhadap Paslon dalam sebulan terakhir.
“Terakhir adalah pengaruh strong voters, yaitu pemilih yang tidak mungkin berubah dengan alasan apapun. Masing-masing Paslon mengalami kenaikan, Agusrin Imron sebesar 35,9%, Rohidin Rosjonsyah 22,3% dan Helmi Muslihan 11,2%,” jelasnya kepada awak media Senin (7/12/2020).

Terakhir sambung Anas, survei terakhir yang mengunggulkan Agusrin-Imron tidak akan jauh berubah karena peristiwa-peristiwa politik di detik terakhir.
“Selain itu Kegiatan money politik tidak bisa merubah hasil akhir,” ucapnya.

Karena menurut Anas money politik hanya bisa merubah maksimal 3% suara, sedangkan selisih survey terakhir di atas 10%. Dan menurutnya kebanyakan penerima money politik mereka menerima tetapi tidak memilih, ada yang tidak mau menerima money politik, hanya sedikit yang menerima money politik dan memilih.

Bahkan menurut Anas, ada empat hal yang berpengaruh besar pada elektabilitas Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Bengkulu Tahun 2020. Pertama adalah kekuatan figur dan kinerja bahwa ada terobosan besar yang dirasakan masyarakat saat Calon menjabat, kebetulan ketiga kandidat pernah menjabat.
“Kita tahu Pak Helmi menjabat Walikota, Pak Rohidin Gubernur Bengkulu dan Pak Agusrin pernah jadi Gubernur. Masyarakat akan melihat siapa diantara ketiganya yang mempunyai terobosan besar ketika memimpin,” terangnya.

Selanjutnya menurut Anas, penampilan debat juga berpengaruh pada elektabilitas Paslon, bagaimana Paslon menguasai panggung, bagaimana performance meyakinkan publik dengan ulasan dan bahasa yang mudah dipahami masyarakat.
“Tentu Paslon yang tidak banyak retorika dan tidak muluk-muluk akan lebih mudah dipahami masyarakat,” ungkap Anas.

Diawal wawancara, Anas mengucapkan bela sungkawa atas meninggalnya salah satu Cawagub Provinsi Bengkulu, Muslihan DS.
“Saya secara pribadi menyampaikan belas sungkawa atas meninggalnya Bapak Muslihan DS Cawagub nomor urut 1,” ucapnya.(005)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed