oleh

Senator Dukung Pantai Bengkulu Merdeka dari Sampah

BUTINARA, BENGKULU- Beberapa waktu yang lalu di perairan Bengkulu belasan penyu mati secara beruntun, dimana diantara penyu-penyu tersebut ditemukan berbagai macam sampah mulai dari plastik, karet hingga puntung rokok di dalam pencernaannya.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief mengatakan, matinya belasan penyu yang ditemukan berbagai macam sampah plastik hingga puntung rokok di dalam pencernaannya merupakan sebuah kisah pilu yang tak boleh terulang kembali.

“Saya mendukung pantai Bengkulu merdeka dari sampah. Bukan hanya pihak-pihak terkait di pemerintahan yang harus bertanggungjawab, tapi semua individu yang ada di Bengkulu harus ikut berperan untuk menempatkan sampah pada tempatnya,” kata Hj Riri Damayanti John Latief.

Alumni SMA Negeri 6 Kota Bengkulu ini memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota Bengkulu yang telah menemukan kata sepakat dan menggalang kerjasama terkait penataan dan pengelolaan kawasan wisata Pantai Panjang.

“Mudah-mudahan dengan adanya kekompakkan diantara Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota Bengkulu, Pantai Panjang bisa menjadi percontohan kawasan pesisir yang merdeka dari sampah. Kerjasama ini sudah lama dinanti dan sangat patut diapresiasi,” ungkap Riri.

Namun Senator Bengkulu ini menekankan, sebaik-baik pemerintah melakukan penataan dan pengelolaan sampah, hal itu tidak akan banyak berarti tanpa peran serta dari masyarakat.

“Kalau semua orang Bengkulu kompak memungut satu sampah, insya Allah Bengkulu akan langsung merdeka dari sampah. Tapi meski pemerintah setiap hari memungut sampah tapi setiap orang membuang sampah sembarangan, maka selamanya Bengkulu akan penuh dengan sampah,” tegas Senator Riri.

Lebih lanjut Dewan Pembina Karang Taruna Provinsi Bengkulu ini menambahkan, usaha menumbuhkan kepedulian masyarakat dalam mewujudkan pantai Bengkulu yang bebas dari sampah akan sangat terasa manfaatnya bila dilakukan terorganisir mulai dari tingkat provinsi hingga ke tingkat RT/RW.

“Sampah kalau dikelola dengan baik bisa jadi sumber ekonomi. Di Bengkulu saya belum menemukan ada cara yang benar-benar efektif dalam mengelola persampahan ini. Kalau ada berarti kesempatan emas bagi pemerintah provinsi untuk mengadopsinya dan menerapkannya se-Bengkulu,” demikian Hj Riri Damayanti John Latief.(008/adv)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed