oleh

Ibnu Hajar: Statment Teuku Soal Belajar Politik Membingungkan

 

BUTINARA, BENGKULU– Polemik soal pro dan kontra ijazah sekolah di Bengkulu tampaknya bakal berbuntut panjang. Pasalnya statement dari Teuku Zulkarnain, Ketua DPD PAN Kota Bengkulu yang memerintahkan agar Sekretaris Golkar Provinsi Samsu Amanah harus banyak belajar lagi tentang politik, ditanggapi dari berbagai kalangan.

Seperti halnya ditanggapi salahsatu Pengurus Partai Berkarya Provinsi Bengkulu, Ibnu Hajar, S.Sos mengatakan, dirinya merasa bingung dengan statment Ketua DPD PAN Kota Teuku Zulkarnain beberapa waktu lalu tersebut.
“Kita membaca dan mendengar statement saudara Teuku Zulkarnain beberapa waktu lalu itu memang agak membingungkan juga. Ya seolah-olah melakukan pembenaran terhadap kebijakan Walikota yang kesannya tidak proporsional. Dan hal ini jangan sampai menjadi polemik kepanjangan,” kata Ibnu Hajar.

Ibnu juga menegaskan, terkait soal dunia pendidikan jelas-jelas tidak boleh ditarik-tarik ke ranah politik. Sebab apa jadinya nanti anak bangsa yang ingin belajar untuk masa depan bangsa bila ranah itu sudah terkontaminasi dengan ‘Politik Serem’.
“Dan ingat, tidak semua orang simpati dengan kerja-kerja politik kemanusiaan dengan menggunakan kekuasaan. Dan saya tidak tahu siapa yang harus banyak membaca buku politik ini, apakah Samsu Amanah atau Teuku Zulkarnain,” seloroh Ibnu Hajar.

Dalam politik dianggap sebagai ilmu (sains), sambung Ibnu, tidak salah. Karena politik itu strategi, politik itu seni, politik itu policy (kebijakan).
“Politik sebagai sains yang sebenarnya tidak seram dan kejam, politik itu tidak identik dengan sangar, beringas. Dan politik yang salah itu adalah politik yang diimplementasikan pada tempat yang tidak proporsional,” ungkapnya.

Selain itu lanjut Ibnu, bahwa politik yang tidak benar itu adalah kebijakan yang diambil tidak melihat kalkulasinya.
“Apalagi politik itu tidak identik dengan asal labrak, hantam sana- sini. Kalau seperti itu namanya baru belajar politik hanya membaca kulit luarnya saja. Kalau kita bicara strategi, policy, kebijakan, tentu apa yang dilakukan oleh Walikota dengan membombardir persoalan pendidikan menjadi opini publik sangat jauh dari kerja-kerja politik,” tukasnya.(**)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed