oleh

Polemik Benmall Belum Tuntas, Dewan Bakal Lanjut Hearing Lagi

BUTINARA NEWS – Menindaklanjuti polemik Bencoolen Mall (Benmall) yang terjadi belakangan terakhir ini di masyarakat, membuat gabungan komisi DPRD Kota Bengkulu, Senin (13/6/2022) siang, menggelar hearing dengar pendapat bersama pihak manajemen Benmall dan sejumlah OPD terkait Pemda Kota Bengkulu.

Dalam hearing tersebut terungkap, dari pemaparan yang disampaikan dari pihak Benmall, bahwa diklaimnya AMDAL sudah ada, namun pernyataan tersebut disampaikannya dihadapan dewan baru hanya sebatas lisan tanpa menyerahkan bukti otentik kelengkapan izin AMDAL tersebut.

“Jadi kayaknya yang diributkan itu masalah AMDAL, itu tidak ada masalah lagi sudah clear tadi pihak Benmall sampaikan langsung (secara lisan). Karena begini, usaha atau kegiatan yang berkaitan dengan lingkungan hidup itu dikecualikan ketika lokasi usaha atau kegiatan itu berada di kawasan yang telah memiliki AMDAL kawasan dan kawasan pantai panjang itu sudah memiliki AMDAL,” beber Anggota DPRD Kota Sudisman yang langsung mengikuti proses hearing.

Ia juga menjelaskan, dalam peraturan perundang-undangan yang baru ataupun yang lama mengatakan bahwa kegiatan yang berada di lokasi yang sudah memiliki AMDAL kawasan itu tidak perlu lagi mengurus AMDAL seperti PP nomor 27 tahun 2012 tentang izin Usaha lingkungan pasal 13 ayat 1, usaha dan atau kegiatan yang berdampak penting pada lingkungan hidup dikecualikan dari kewajiban menyusun AMDAL sebagaimana dimaksud dari pasal 8, apabila:
a. Lokasi rencana usaha dan atau kegiatan nya berada di kawasan yang telah memiliki AMDAL kawasan dikecualikan dari kewajiban menyusun AMDAL dengan kata lain, tidak diwajibkan untuk menyusun AMDAL ketika AMDAL kawasan sudah ada.

“Kabarnya, disampaikan oleh COO Benmall tadi, yang mengeluarkan AMDAL kawasan itu Pemda Provinsi,” tambah Sudisman.

Selain itu menurutnya, dalam PP Omnibuslaw juga bunyinya hampir sama, di PP Nomor 22 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Pasal 10 ayat 1, kewajiban memiliki AMDAL dikecualikan bagi rencana usaha dan kegiatan yang rencana usaha atau kegiatan yang berada di dalam kawasan yang telah dilengkapi dengan AMDAL kawasan.

“Jadi berkas-berkas poto copy tadi belum diserahkan, nanti di hearing kedua mereka (pihak benmall) akan melengkapi itu, atau mengirimkan, kalau memang ada hearing kedua,” jelasnya.

Disisi lain disampaikan Sudisman, bahwa sinergi antara pemerintah kota dan investor itu harus dibangun secara baik.

“Karena bagaimanapun juga, zaman walikota Chalik Effendi, aku tahu persis bagaimana dia berupaya bolak balik ke Jakarta, untuk agar investor masuk ke Kota Bengkulu, dengan harapan, wajah Kota Bengkulu sebagai ibu kota Provinsi minimal tidak kalah dengan wajah ibukota provinsi tetangga,” tuturnya.

Sebelum hearing kedua nanti, lanjut Sudisman, mereka (manajemen Benmall) harus sudah menyerahkan berkas tersebut.

“Karena kami harus mempelajari dulu, karena sifatnya DPRD itu mitra, daripada investor itu yang ingin menyempurnakan kalau ada kekurangan,” beber Ketua DPC Hanura kota ini.

Ia juga menyayangkan, yang menjadi masalah itu, akibat dari kewenangan wilayah Pantai Panjang itu selalu berpindah dari kota ke provinsi, provinsi ke kota dan sekarang ke provinsi lagi.

“Jadi kawasan Pantai Panjang belum memiliki sertifikat HPL (Hak Pengelolaan Lain), kewenangan yang diberikan oleh pemerintah pusat, kepada daerah untuk menguasai lahan atau kawasan itu belum ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah baik kota maupun provinsi, karena kewenangan itu silih berganti, akhirnya ini terbengkalai pengurusan sertifikat HPL, karena pemerintah daerah itu hanya memiliki dua jenis, sertifikat, yang pertama sertifikat hak menempati, yang kedua sertifikat hak pengelolaan,” paparnya.

Selain itu diungkapkan politisi Hanura ini, bahwa Anggota DPRD Kota Bengkulu, khususnya dirinya memberikan apresiasi dan berterimakasih atas media yang telah mengangkat berita berkaitan dengan polemik Benmall ini.

“Sebab kalau tidak, maka kita akan terlarut dalam keabaian ini,” pungkas Sudisman.(**)

(sumber Media Independen)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed